Skip to main content

THE PRESENTATION OF SELF IN EVERYDAY LIFE (Erving Goffman)

ACKNOWLEDGEMENTS

The report p re sented here wa s developed in connection with a study of inte raction undertaken for the Department of Social Anthropology and the Social S c ien c e s Re sea rch Committee of the University of Edinburgh and a study of soc ia l strat if ica tion supported by a Ford Foundation grant directed by P ro f e s so r E. A. S h ils a t the University of Chicago. I am grateful to th e s e s o u r c e s of guidanc e and support. I would l ik e to ex p re s s th an k s to my te a c h e r s C. W. M.Hart, W. L. Warner, and E. C. Hughes. [ want, too, to thank El iz abe th Bott, J am e s Littlejohn, and Edward Banfield, who helped me at the beginning of the study, and fellow-s tudents of o c cu p a t io n s a t the University o f Chicago who helped me la ter. Without the collaboration of my wife, Angelica S. Goffman, th i s report would not have been written.

Download E-Book : Disini

Comments

Popular posts from this blog

Allan P. Merriam, The Anthropology Of Music Capter XI, “Use and Functions”

(Allan P. Merriam) Gambar diunduh dari https://en.wikipedia.org/wiki/Alan_P._Merriam A.Merriam, The Anthropology Of Music Capter XI, “Use and Functions”                 Kegunaan (use) dan fungsi (function) music merupakan masalah yang sangat penting dalam etnomusikologi, karena hal ini menyangkut makna musik, tidak hanya fakta-fakta mengenai music. Tentu saja, dalam etnomusikologi kita selalu berusaha untuk mengumpulkan fakta mengenai musik. Tetapi lebih dari itu, kita ingin mengetahui pula efek / dampak music terhadap manusia, dan kita ingin mengerti bagaimana efek tersebut digasilkan.                 Menurut Merriam, para etnomusikologi sering-sering memakai istilah ‘kegunaan’ dan ‘fungsi’ secara rancu, bahkan para antropolog kadangkala berbuat demikian. Namun, kedua gagasan tersebut harus dibedakan satu s...

MEMBACA NALAR STUDI AGAMA SAKRAL DAN PROFAN KARYA MERCIA ELIADE

oleh : Wisnu Wirandi Buku “ Sakral Dan Profan ” adalah sebuah dokumen yang sangat mendasar tentang pemahaman manusia tentang agama dan bagaimana ia menguji kualitas hidupnya. Mircea Eliade (1907-1986) tidak membuang-buang waktu dengan berupaya menjelaskan atau mendefinisikan pengalaman yang sakral dalam kerangka disiplin-disiplin yang lain. Misalnya, yang sakral sebagai sebuah pengalaman psikologis (Campbell) atau yang sakral sebagai sebuah fenomena sosiologis (Burkert). Sebaliknya, ia menganalisa yang sakral sebagai yang sakral. Eliade menunjukkan bagaimana ruang dan waktu yang sakral adalah sungguh-sungguh ruang dan waktu yang riil, nyata, permanen dan abadi; kebalikan dengan ruang dan waktu yang labil, selalu berubah-ubah dari dunia profan. Kalangan  homo religiusus  (orang-orang tradisional) menghidupkan kembali kebaikan-kebaikkan primordial dari dewa-dewa dan ritus-ritusnya, tentu saja tidak seperti manusia modern, dalam semua tingkah lakunya, karena tindakan-...

ARTIKEL SENI ANGKLUNG BUHUN PADA MASYARAKAT DESA CISUNGSANG “Perubahan dan Perkembangannya”

ARTIKEL SENI ANGKLUNG BUHUN PADA MASYARAKAT DESA CISUNGSANG “Perubahan dan Perkembangannya” PENDAHULUAN Pandangan seni di masyarakat sangat beragam, karena masyarakat terdiri dari berbagai disiplin ilmu, budaya, dan   strata social. Dari berbagai keberagaman yang ada di masyarakat tersebut terkandung suatu system nilai yang mana mendominasi nilai-nilai lain didalamnya, seperti nilai spiritual dan nilai social yang sangat terlihat dalam praktiknya. Paradigma seni yang ada di masyarakat, segala sesuatu di nilai tinggi berdasarkan materinya. Misalnya seperti paradigma yang ada di masyarakat kalangan menengah ke bawah. Seni hanya untuk seni dalam konteks hiburan ( profane ), mereka tidak ingin tahu sejauh mana nilai yang terkandung dalam seni tersebut mereka hanya mengandalkan kesenangan belaka ketika melihat objek seni yang mereka anggap menarik. Mereka hanya mengandalkan nilai dasar, yakni karya seni yang mampu memberi kenikmatan yang bersifat materi, meskipun seni ter...